CARA MEMPERBAIKI HP DGN POWER SUPPLY

CARA MEMPERBAIKI HP MATI TOTAL DENGAN POWER SUPPLY DIGITAL


/ Category:
Diperlukan power supply dengan skala 1 ampere (A) atau 1000 mA. Hal ini bertujuan agar pemeriksaan bisa lebih mudah dan jelas. Langkah-langkahnya sebagai berikut :
  • Pasang kabel dari power supply ke konektor baterai hp sebanyak minimal 3 kabel, dengan urutan negatip, BSI dan positip (warna hitam, hijau dan merah)
  • Arahkan volt pada power supply 3,7 V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V)
  • Hp dalam keadaan off, lalu tekan tombol on
  • Bila amper saat ditekan tombol on, diam saja berarti ada problem pada hardware nya (HW), maka perlu dilakukan pengecekan dari komponen on/off sampai pada baterai.
  • Bila amper saat ditekan tombol on, naik sekitar -/+ 50 mA, maka problem yang terjadi adalah masalah software (SW), maka yang perlu dilakukan adalah HP diprogram ulang (flash) atau program diupgrade ke versi yang lebih tinggi.

A. Mati total karena jatuh, cara memeriksanya adalah sbb  :
  • HP bisa dites dengan menggunakan power supply, tetapi lebih baik terlebih dahulu HP harus dibongkar, dipanasi, dan direposisi kembali letak/posisi komponen yg berubah sebagai akibat dari HP yg jatuh tadi.
  • Setelah itu HP baru boleh dites menggunakan power supply untuk mengetahui kerusakan pada Hardware atau Software.
  • Kemungkinan besar komponen yg rusak sbg akibat dari HP yang jatuh tadi adalah IC PA / IC Power.

B. Mati total karena kena air, cara memeriksanya adalah sbb  :

  • Untuk HP yang kena air, pertama kali tidak boleh dites dengan menggunakan power supply, karena beresiko terjadi hubungan singkat(korslet) antar komponen ,tetapi HP terlebih dahulu harus dibersihkan dahulu dengan cairan pembersih IPA/Tiner, dipanasi,atau diblower dengan terlebih .
  • Setelah HP dipastikan telah kering, maka kita boleh menggunakan power supply untuk mengetahui terjadi kerusakan pada Hardware atau Software.

C. Hp mati total karena IC UI, cara memeriksanya adalah sbb  :

  • Hubungkan power supply pd hp, beri tegangan sebesar 3,7 V (toleransi -/+0,5 V)
  • Pada saat hp dlm keadaan off, lihat jarum ampere pd power supply akan naik sebesar 100mA
  • Hp akan langsung hidup, LED menyala, VIBRA bergetar.
  • Lepaskan IC UI, lalu hidupkan hp.
  • Maka ada tampilan pada LCD hp "Insert SIM Card".
  • Pasang IC UI yang baru.
  • Hidupkan hp, maka hp akan bekerja dengan baik.

D. Hp mati total karena IC CPU, cara memeriksanya adalah sbb  :

  • Hubungkan power supply pd hp, beri tegangan sebesar 3,7 V (toleransi -/+0,5 V)
  • Pada saat hp belum dinyalakan, jarum ampere diam, tetapi apabila hp sudah dinyalakan maka jarum ampere akan naik 100mA.
  • Apabila IC CPU masih dalam kondisi yang baik, maka kita hanya perlu memanasi IC CPU dengan menggunakan blower saja, tetapi apabila IC CPU rusak, maka kita perlu mengganti dengan IC CPU yang baru. Sebelum kita mengganti IC CPU kita terlebih dahulu harus mempunyai lem anti panas dan cairan penghancur lem anti panas, sebab IC CPU dilindungi oleh lem anti panas, setelah kita menghancurkan lem anti panas, baru kita bisa memanasi (blower) IC CPU untuk diganti yang baru.

E. Hp mati total pd saat kita melakukan panggilan, cara memeriksanya adalah sbb  :

  • Hubungkan power supply pd hp, beri tegangan sebesar 3,7 V (toleransi -/+0,5 V)
  • Jarum ampere tidak akan bergerak pada saat hp masih dalam keadaan mati.
  • Kita nyalakan hp lalu dipakai untuk melakukan panggilan, maka jarum ampere akan menunjukkan angka diatas 400mA..
  • Ganti IC PA dengan yang baru, setelah itu lakukan pengetesan ulang seperti yang diatas, apabila dari hasil tes jarum ampere menunjukkan angka dibawah 400mA, maka hp sudah dalam keadaan baik.

Deteksi dengan Power Supply :

Deteksi 1 ==>
Power on gagal, sewaktu on/off Power Suply di tekan short Amphere & Voltage yaitu ke titik 0.
Analisis : Terjadi short pada komponen-komponen yang dihubungkan langsung ke V baterai, yaitu IC PA, IC Charging, IC UI Regulator dan Ccont.
Tindakan : Angkat Pin1 dari IC UI jika masih short angkat IC PA dan seterusnya. Sampai tidak terjadi short. Bila normal maka ganti IC yang menyebabkan short.

Deteksi 2 ==>
Switch ditekan Amphere pada DC Power Supply tidak ada reaksi, sewaktu kabel (+) dibalik short.
Analisis : Terjadi kerusakan pada on/offTerjadi putus jalur pada on/offTerjadi kerusakan pada IC Power Supply (Ccont).
Tindakan : Ukur Switch on/off, ukur jalur pada on/off dengan memperhatikan skema jalur on/off. Jika semua OK maka kerusakan ada pada Ccont, panaskan jika tak mau maka gani sampai terdapat tegangan Ampere naik.

Deteksi 3 ==>
Switch ditekan Amphere menunjukkan tren naik dari 0 sampai 20-50 mA dan stabil disitu.
Analisis : Ccont telah memberikan tegangan tetapi berhenti perintahnya. Biasanya HP hilang data program. IC Flash rusak, IC Cobba rusak.
Tindakan : Gunakan software untuk memprogram ulang hp sesuai dengan tipenya. Biasanya hp akan normal kembali, jika tidak maka perbaiki IC Flash, Cobba dan terakhir CPU.

Deteksi 4 ==>
Switch ditekan, Amphere pada DC Power Supply tidak ada reaksi sewaktu kabel (+) dibalik tidak terjadi short.
Analisis : Terjadi putus jalur (+) pada baterai sehingga tidak masuk arus hp.
Tindakan : Perhatikan skema jalur (+) lalu gunakan teknik jumper pada jalur yang putus.

Deteksi 5 ==>
Swicth ditekan, Amphere pada DC Power Supply menunjukkan 100 mA s/d 200 mA dan stabil disitu.
Analisis : Terjadi kebocoran arus yang disebabkan kapasitor atau komponen yang ambil arus langsung ke V baterai.
Tindakan : Isolasi komponen-komponen yang diambil arus langsung ke V baterai.

Deteksi 6 ==>
Switch ditekan, amphere menunjukkan 50 mA s/d 100 mA dan stabil disitu.
Analisis : Terjadi unsolder pada komponen diluar. Komponen yang di ambil arus langsung ke V baterai.
Tindakan : Panaskan IC nya lalu coba diganti

Deteksi 7 ==>
Switch belum ditekan telah terjadi short (voltage turun ke 0).
Analisis : Terjadi short pada jalur V baterai
Tindakan : Lepaskan komponen-komponen yang merupakan jalur V baterai, satu persatu.

Deteksi 8 ==>
Switch ditekan Amphere naik menunjukkan tidak stabil lalu kambali ke 0.
Analisis : Terjadi tidak normal pada sistem clock (RTC)
Tindakan : Isolasi komponen rangkaian clock (RTC)

Demikian beberapa langkah pemeriksaan terhadap hp yang mati total, sebagian dari pengalaman sendiri dlm memperbaiki handphone dan sebagian dari 'Mobile Phone Repair Blog'. Mungkin masih banyak kekurangan, semoga bermanfaat bagi semuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

nav { display: block; margin-top: 100px; background: #374147; } .menu { display: block; } .menu li { display: inline-block; position: relative; z-index: 100; } .menu li:first-child { margin-left: 0; } .menu li a { font-weight: 600; text-decoration: none; padding: 20px 15px; display: block; color: #fff; transition: all 0.2s ease-in-out 0s; } .menu li a:hover,.menu li:hover>a { color: #fff; background: #9ca3da; } .menu ul { visibility: hidden; opacity: 0; margin: 0; padding: 0; width: 150px; position: absolute; left: 0px; background: #fff; z-index: 99; transform: translate(0,20px); transition: all 0.2s ease-out; } .menu ul:after { bottom: 100%; left: 20%; border: solid transparent; content: " "; height: 0; width: 0; position: absolute; pointer-events: none; border-color: rgba(255, 255, 255, 0); border-bottom-color: #fff; border-width: 6px; margin-left: -6px; } .menu ul li { display: block; float: none; background: none; margin: 0; padding: 0; } .menu ul li a { font-size: 12px; font-weight: normal; display: block; color: #797979; background: #fff; } .menu ul li a:hover,.menu ul li:hover>a { background: #9ca3da; color: #fff; } .menu li:hover>ul { visibility: visible; opacity: 1; transform: translate(0,0); } .menu ul ul { left: 149px; top: 0px; visibility: hidden; opacity: 0; transform: translate(20px,20px); transition: all 0.2s ease-out; } .menu ul ul:after { left: -6px; top: 10%; border: solid transparent; content: " "; height: 0; width: 0; position: absolute; pointer-events: none; border-color: rgba(255, 255, 255, 0); border-right-color: #fff; border-width: 6px; margin-top: -6px; } .menu li>ul ul:hover { visibility: visible; opacity: 1; transform: translate(0,0); } .responsive-menu { display: none; width: 100%; padding: 20px 15px; background: #374147; color: #fff; text-transform: uppercase; font-weight: 600; } .responsive-menu:hover { background: #374147; color: #fff; text-decoration: none; } a.homer { background: #9ca3da; } @media (min-width: 768px) and (max-width: 979px) { .mainWrap { width: 768px; } .menu ul { top: 37px; } .menu li a { font-size: 12px; } a.homer { background: #374147; } } @media (max-width: 767px) { .mainWrap { width: auto; padding: 50px 20px; } .menu { display: none; } .responsive-menu { display: block; margin-top: 100px; } nav { margin: 0; background: none; } .menu li { display: block; margin: 0; } .menu li a { background: #fff; color: #797979; } .menu li a:hover,.menu li:hover>a { background: #9ca3da; color: #fff; } .menu ul { visibility: hidden; opacity: 0; top: 0; left: 0; width: 100%; transform: initial; } .menu li:hover>ul { visibility: visible; opacity: 1; position: relative; transform: initial; } .menu ul ul { left: 0; transform: initial; } .menu li>ul ul:hover { transform: initial; } } @media (max-width: 480px) { } @media (max-width: 320px) { }