PAKET BELAJAR INSTTAL ULANG LAPTOP

TRAINING CENTER LAPTOP

paket belajar insttal ulang windows xp,windows 7,windows 8,dan windows 10
disini anda akan mengikuti khursus insttal ulang dengan harga paling murah sekitar Rp 800.000
anda akan mahir belajar insttal ulang dengan dgn saya cukup 1x24 jam anda akan mahir.. selama mengikuti pakaet belajar ini hanya bayar Rp 800.000 setelah mengikuti paket khursus insttal ulang ini anda jg bs bertanya2 ke saya melalui whatapp dan bbm selamanya... bonus bagi teknisi- teknisi untk bertanya ke saya,,, atau ingin membeli alat yg ada di sistim online ini anda sudah termasuk peserta yang bs mengikuti paket belajar gratis baik secara online maupun offfline ,, anda akan di latih cara membuat file insttal ulang  dr flasdisk dan CD , cd dan flasdisk udh termasuk satu paket gratis + buku panduan dari saya..dan dapat kan aplikasi gratis seperti mozilla firefox,photoshop cs 6,corel draw,youcam,nero,ms.office 2010,office 2013 dan file iso window secara gratis dll..... hanya khursus paket belajar dgn biaya murah anda udh bisa insttal ulang laptop sendiri.

materi yang akan di smaapaikan adaalh
1.materi pengenalan internet
2.pengenalan aplikasi
3.membuat file insttal ulang dari CD dan Flasdisk
4.cara registrasi windows dan registrasi aplikasi lainya..

BIAYA KHURSUS HANYA  Rp 800.000

                                       BUKU PAKET BELAJAR INSTTAL ULANG LAPTOP
                                                              Rp 600.000

Buku paket belajar insttal ulang laptop ini bukunya buatan saya sendiri yang telah saya susun berupa file foto copy  ,1 paket buku dan dvd panduanya.. Disini ada 5 dvd yang berupa file windows xp ,7,8 dan crack atau registrasi windows dan dapatkan aplikasi dan game gratis satu paket di buku ini,, anda bisa mendapat kan file buku ini secara gratis dengan cara pembelian alat-alat elektronik senilai 2 juta atau lebih anda dapat bonus buku paket belajar insttal ulang laptop jadi tidak usah beli di kasih gratis saja,,,
beli yuk alat - alat elektronik gratis buku panduanya , hanya ada di www.kingmikro.com
sms : 082142915880



PAKAET BELAJAR MIKRO AVR PAKAI SOFTWARE BASCOM AVR


CARA BELAJAR MIKRO AVR

BUKU PAKET BELAJAR MIKRO AVR

 Perkenalan Dengan Mikrokontroler
 Pengertian :
Sebelumnya pasti ada sebuah pertanyaan mengenai apa itu mikrokontroler? Apa
itu ATMega?, pada bagian ini akan dijelaskan mengenai mikrokontroler yang mana ini
adalah komponen yang sangat penting didalam pembuatan suatu alat, sehingga harus benarbenar
dipelajari dan dikuasai terlebih dahulu mengenai bab mikrokontroler berikut.
Mikrokontroler adalah suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukan
dan keluaran serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara khusus,
cara kerja mikrokontroler yaitu membaca dan menulis data, pengertian membaca yaitu
mikrokontroler membaca program yang dimasukkan kedalamnya, jadi untuk menjalankan
mikrokontroler haruslah diisi terlebih dahulu program kedalamnya, setelah itu adalah
pengertian menulis, menulis diartikan mikrokontroler melakukan apa yang ada didalam
program yang dimasukkan, jadi program yang dibuat akan dilakukan oleh mikrokontroler
seperti apa yang pembuat program inginkan.
 Jenis-Jenis Mikrokontroler
Teknologi mikroproesor telah mengalami perkembangan. Hal ini sama terjadi
dengan teknologi mikrokontroler. Jika pada mikroprosesor terdahulu menggunakan teknologi
CISC seperti prosesor Intel 386 / 486, maka pada mikrokontroler produksi ATMEL adalah
MCS ( AT89C51, AT89S51 dan AT89S52 ). Setelah mengalami perkembangan, teknologi
mikroprosesor dan mikrokonroler mengalami peningkatan yang terjadi pada kisaran tahun
1996 s/d 1998 ATMEL mengeluarkan teknologi mikrokontroler terbaru berjenis AVR (Alf
and Vegard’s Risc processor) yang menggunakan teknologi RISC (Reduce Instruction Set
Computer) dengan keunggulan yang lebih banyak dibanding pendahulunya yaitu MCS.
13
Mikrokontroler jenis MCS memiliki kecepatan frakuensi kerja 1/12 kali frekuensi
osilator yang digunakan, sedangkan pada kecepatan frekuensi kerja AVR sama dengan
kecepatan frekuensi kerja osilator yang digunakan. Jadi apabila menggunakan frekuensi
osilator yang sama, maka AVR mempunyai kecepatan kerja 12 kali lebih cepat dibanding
MCS. Berikut adalah bagan pembagian jenis dari mikrokontroler buatan ATMEL.





                    


 Tentang Mikrokontroler ATMega

Seperti yang telah dijelaskan diatas yaitu mengenai jenis-jenis mikrokontroler,
ATMega berada pada posisi pembagian dari jenis AVR, bukan pada MCS, yang mana AVR
dan MCS sebenarnya fungsinya sama dan bentuknya pun sama, namun perbedaan hanya pada
cara penggunaan dan fitur-fitur yang ada pada mikrokonroler tersebut, seperti halnya MCS
tidak memiliki fitur untuk ADC (Analog to Digital Converter) maka harus menggunakan IC
tambahan untuk mendukung fitur ADC, namun jika menggunakan AVR seperti halnya
ATMega yang mana telah memiliki fitur ADC, sehingga tidak perlu menggunakan IC
tambahan untuk melakukannya.
Mikrokontroler ATMega terbagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu ATMega8,
ATMega16, ATMega32, ATMega128, ATMega8535 dll. Untuk pada pembuatan alat dan
robot pada buku ini digunakan mikrokontroler ATMega32, ATMega16, ATMega8 dan
ATMega8535, sehingga pembatasan penjelasan hanyalah pada keempat tipe ATMega
tersebut. Berikut adalah gambar dari ATMega16 dan ATMega8






A. ATMega 8
ATMega8 memiliki bentuk yang lebih kecil dari ATMega16 atau ATMega8535
yang mana fungsinya sama, yaitu untuk mengeksekusi program yang telah didownload
kedalamnya, sehingga dapat seperti apa yang diinginkan oleh pembuat program tersebut.
Berikut adalah konfigurasi pin dari ATMega8.

A.1 Fitur-Fitu ATMega8
Advanced RISC Architecture :
 130 Powerful Instructions – Most Single-clock Execution
 32 x 8 General Purpose Working Registers
 Fully Static Operation
15
 Up to 16 MIPS Throughput at 16MHz
 On-chip 2-cycle Multiplier
 High-Endurance Non-Volatile Memory segments
o 8K Bytes In-System Self-programmable Flash Program Memory
o 512 Bytes EEPROM
o 1K Bytes of Internal SRAM
o Write/Erase Cycles: 10,000 Flash / 100,000 EEPROM
o Data Retention: 20 years at 85`C / 100 years at 25`C
o Opitonal Boot Code Section with Independent Lock Bits
o In-System Programming by On-chip Boot Program
o True Read-While-Write Operation
o Programming Lock for Software Security
o Peripheral features
 Two 8-bit Timers/Counters with Separate Prescaler One 16-bit
Timer/Counter with Separate Prescaler, Compare Mode, and Capture
Mode
 Real Time Counter with Separate Oscillator
 Three PWM Channels
 6-channel ADC with 10-bit Accuracy
 Byte-oriented Two-wire Serial Interface
 Programmable Serial USART
 Master/Slave SPI Serial Interface
 Programmable Watchdog Timer with Separate On-Chip Oscillator
 On-Chip Analog Comparator
 Special Microcontroller features
 Power-On Reset and Programmable Brown-out Detection
 Internal Calibrated RC Oscillator
 External and Internal Interrupt Sources
 Five Sleep Modes: Idle, ADC Noise Reduction, Power-save,
Power-down, and Standby
 I/O and Packages
 23 Programmable I/O Lines
 28-lead PDIP, 32-lead TQFP, and 32-pad QFN/MLF
 Operating Voltages
 2.7 – 5.5V (ATmega8L)
 4.5 – 5.5V (ATmega8)
 Speed Grades
 0 – 8MHz (ATmega8L)
 0 – 16MHz (ATmega8)
 Power Consumption at 4MHz, 3V,
25`C
 Active: 3.6 mA
 Idle Mode: 1.0 mA
 Power-Down Mode: 0.5 uA
16
B. ATMega16 / ATMega32 / ATMega8535
ATMega16 dan ATMega8535 sejatinya sama yaitu dari sisi bentuk dan
konfigurasi pin kakinya. Perbedaan keduanya yaitu pada kapasitas memori flash, untuk
ATMega8535 sebesar 8 KB, dan untuk ATMega16 sebesar 16 KB. Berikut adalah
konfigurasi dari kaki ATMega8535 / ATMega16.



B.1 Fitur-Fitur ATMega8535 / ATMega16
- 32 Saluran I/O yang terdiri dari 4 port (Port A, Port B, Port C, dan Port D) yang terdiri
masing-masing 8 bit
- ADC 10 bit (5 pin di PortA.0 s/d Port A.7).
- 2 buah Timer/Counter (8bit)
- 1 Buah Timer/Counter (16bit)
- 4 channel PWM
- 6 Sleep Modes : Idle, ADC Noise Reduction, Power-save, Power-down, Stanby and
Extended Stanby.
- Komparator analog
- Watchdog timer dengan osilator internal 1MHZ
- Memori 8 KB Flash, untuk ATMega16 memori 16 KB Flash
- Memori 512 byte SRAM
17
- Memori 512 byte EEPROM
- Kecepatan maksimal 16 MHZ
- Tegangan Operasi 4,5 VDC s/d 5,5 VDC
-32 jalur I/O yang dapat dirogram
- Interupsi eksternal dan Internal
- Komunikasi serial menggunakan port USART dengan kecepatan maksimal 2,5 Mbps
C. Fungsi Pin / Kaki Mikrokontroler
Berikut adalah penjelasan secara singkat fungsi dari masing-masing pin / kaki
pada Mikrokontroler AVR ATMega8 / ATMega16
1. Vcc
Masukan tegangan catu daya
2. GND
Ground/pentanahan
3. Port A (PA7..PA0) /* untuk ATMega16 dan ATMega8535 */
Port A berfungsi sebagai masukan analog ke ADC internal pada mikrokontroler
ATmega16, selain itu juga berfungsi sebagai port I/O dwi-arah 8-bit, jika ADC-nya
tidak digunakan. Masing-masing pin menyediakan resistor pull-up internal yang bisa
diaktifkan untuk masing-masing bit.
4. Port B (PB7..PB0)
Port B berfungsi sebagai sebagai port I/O dwi-arah 8-bit. Masing-masing pin
menyediakan resistor pull-up internal yang bisa diaktifkan untuk masing-masing bit.
5. Port C (PC7..PC0)
Port C berfungsi sebagai sebagai port I/O dwi-arah 8-bit. Masing-masing pin
menyediakan resistor pull-up internal yang bisa diaktifkan untuk masing-masing bit.
6. Port D (PD7..PD0)
Port D berfungsi sebagai sebagai port I/O dwi-arah 8bit. Masing-masing pin
menyediakan resistor pull-up internal yang bisadiaktifkan untuk masing-masing bit.
7. RESET
Masukan Reset. Level rendah pada pin ini selama lebih dari waktu minimum yang
ditentukan akan menyebabkan reset, walaupun clock tidak dijalankan.
8. XTAL1
Masukan ke penguat osilator terbalik (inverting) dan masukan kerangkaian clock
internal.
18
9. XTAL2
Luaran dari penguat osilator terbalik
10. AVCC
Merupakan masukan tegangan catu daya untuk Port A sebagai ADC, biasanya
dihubungkan ke Vcc, walaupun ADC-nya tidak digunakan. Jika ADC digunakan
sebaiknya dihubungkan ke Vcc melalui tapis lolos rendah (low-pass filter).
11. AREF
Merupakan tegangan referensi untuk ADC Block Diagram ATmega16 / ATMega8.
1.3 Pengenalan Software Bascom AVR
Pemrograman menggunakan bahasa BASCOM-AVR adalah salah satu dari
sekian banyak bahasa basic untuk pemrograman mikrokontroler, misalnya bahasa Assembly,
Bahasa C, dan lain-lain, disini dalam membuat robot dan membuat alat elektronika akan
menggunakan bahasa BASIC yaitu menggunakan software BASCOM-AVR sehingga bagi
yang masih pemula dalam pemrograman dapat memahami dengan mudah aturan main dari
bahasa ini, karena bahasa BASIC merupakan bahasa tingkat tinggi yang sejajar dengan
bahasa C, berbeda dengan bahasa Assembly yang merupakan bahasa tingkat rendah dan
sukar untuk dipahami secara cepat dalam waktu singkat. Berikut adalah gambar serta
penjelasan dari layar kerja software BASCOM-AVR.

PAKET BELAJAR MIKRO AVR
Paket belajar mikro avr versi 1.0 harga Rp 1.200.000 dapat hardware dan ic atmega 16 yang sudah terpasang di hardware dan dapat kode source
bascom avr dan kode pembuatan alat dan skema cara belajar mikro avr
MATERI PEMBELJARAAN :
1.cara membuat jam digital LCD 16X2 BIRU
2.cara membuat suhu temperatur lcd 16x2 BIRU
3.cara inisial keypad matrix 4x4 dan menampilkan huruf dan angka lcd 16x2
4. cara membuat menyalakan lampu dengan remote tv sony
5.cara menampilkan tulisan huruf nama mu di lcd 16x2
6.cara mencetak skema pcb dan memberi warna pada pcb
semua materi yg disampaikan sudah di sediakan alat dan bahanya llagsung di praktekan di rumah saya... 

dan bonus cara belajar mengenal komponen elektronik dan  dijelaskan lebih detail
di buku ini ,,,
pembelian paket mikro avr versi 1.0 ini dapat video tutorial dan buku panduan
kode source bascom avr + hardware sistim atmega 16 ,32,8535 dan file hex yang  bisa langsung di masukan ke ic 
 full lengkap paket belajar mikro avr ini sudah saya susun sangat mudah sehingga buat adek2 yang ingin belajar mahir mikro avr bisa belajar sangat mudah 24 jam anda akan mahir ..

                                      HARGA Rp 1.200.000






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

nav { display: block; margin-top: 100px; background: #374147; } .menu { display: block; } .menu li { display: inline-block; position: relative; z-index: 100; } .menu li:first-child { margin-left: 0; } .menu li a { font-weight: 600; text-decoration: none; padding: 20px 15px; display: block; color: #fff; transition: all 0.2s ease-in-out 0s; } .menu li a:hover,.menu li:hover>a { color: #fff; background: #9ca3da; } .menu ul { visibility: hidden; opacity: 0; margin: 0; padding: 0; width: 150px; position: absolute; left: 0px; background: #fff; z-index: 99; transform: translate(0,20px); transition: all 0.2s ease-out; } .menu ul:after { bottom: 100%; left: 20%; border: solid transparent; content: " "; height: 0; width: 0; position: absolute; pointer-events: none; border-color: rgba(255, 255, 255, 0); border-bottom-color: #fff; border-width: 6px; margin-left: -6px; } .menu ul li { display: block; float: none; background: none; margin: 0; padding: 0; } .menu ul li a { font-size: 12px; font-weight: normal; display: block; color: #797979; background: #fff; } .menu ul li a:hover,.menu ul li:hover>a { background: #9ca3da; color: #fff; } .menu li:hover>ul { visibility: visible; opacity: 1; transform: translate(0,0); } .menu ul ul { left: 149px; top: 0px; visibility: hidden; opacity: 0; transform: translate(20px,20px); transition: all 0.2s ease-out; } .menu ul ul:after { left: -6px; top: 10%; border: solid transparent; content: " "; height: 0; width: 0; position: absolute; pointer-events: none; border-color: rgba(255, 255, 255, 0); border-right-color: #fff; border-width: 6px; margin-top: -6px; } .menu li>ul ul:hover { visibility: visible; opacity: 1; transform: translate(0,0); } .responsive-menu { display: none; width: 100%; padding: 20px 15px; background: #374147; color: #fff; text-transform: uppercase; font-weight: 600; } .responsive-menu:hover { background: #374147; color: #fff; text-decoration: none; } a.homer { background: #9ca3da; } @media (min-width: 768px) and (max-width: 979px) { .mainWrap { width: 768px; } .menu ul { top: 37px; } .menu li a { font-size: 12px; } a.homer { background: #374147; } } @media (max-width: 767px) { .mainWrap { width: auto; padding: 50px 20px; } .menu { display: none; } .responsive-menu { display: block; margin-top: 100px; } nav { margin: 0; background: none; } .menu li { display: block; margin: 0; } .menu li a { background: #fff; color: #797979; } .menu li a:hover,.menu li:hover>a { background: #9ca3da; color: #fff; } .menu ul { visibility: hidden; opacity: 0; top: 0; left: 0; width: 100%; transform: initial; } .menu li:hover>ul { visibility: visible; opacity: 1; position: relative; transform: initial; } .menu ul ul { left: 0; transform: initial; } .menu li>ul ul:hover { transform: initial; } } @media (max-width: 480px) { } @media (max-width: 320px) { }